Pertemuan kita di suatu hari
Menitikkan ukhuwah yang sejati
Bersyukurku kehadap Illahi
Di atas jalinan yang suci
Namun kini perpisahan yang terjadi
Dugaan yang menimpa diri
Bersabarlah diatas suratan
Kutetap pergi jua
Kan kuutuskan salam ingatanku
Dalam doa kudusku sepanjang waktu
Ya Alloh bantulah hamba-Mu
Mencari hidayah dari pada-Mu
Dalam mendidikan kesabaranku
Ya Alloh tabahkan hati hamba-Mu
Diatas perpisahan ini
Teman betapa pilunya hatiku
Menghadapi perpisahan ini
Pahit manis perjuangan
Telah kita rasa bersama
Semoga Allah meredhoi
Persahabatan dan perpisahan ini
Teruskan perjuangan
Senyuman yang tersirat di bibirmu
Menjadi ingatan setiap waktu
Tanda kemesraan bersimpul padu
Kenangku di dalam doamu
Semoga... Tuhan berkatimu
Hiks... hiks... sedihnya lirik nasyid Brothers yang satu ini. Bagaimana tidak ??? Liriknya mengingatkan aku bersama teman-teman saat kuliah di APP dulu. Walaupun aku sudah lama lulus dari sana, tapi perpisahannya terkadang kurang aku rasakan karena memang kami masih sering ngumpul bareng.
Hmmmm... aku ingat betul, waktu itu kami ber-delapan sering jalan bareng, pulang bareng, ngerjain tugas bareng, makan bareng, sampai masuk ke kelas sehabis istirahat pun bareng, alhasil telat masuk ke kelasnya juga bareng-bareng, heuuuuuu... Masuk semester akhir, kami sibuk dengan PKL masing-masing, kami semua tidak menjadi 1 kelompok. Aku dan 4 sahabatku yang lain kebetulan 1 kelompok. Aku masih ingat waktu PKL dulu, gimana prasaan kami waktu hari pertama masuk ke Ruang Administrasi dan Keuangan PLN. Lain-lain yang mereka rasakan waktu itu. Kalau aku ngerasa tegang, bingung, celingak-celinguk seperti anak hilang. Beda dengan Santi sahabatku, dia langsung naksir sama karyawan yang paling muda di ruangan itu, hahahaaaa.... lucu banget kalo ingat itu. Mas Sigit.. iya Mas Sigit namanya, inget banget aku, hahaaaaaa...
Selesai PKL kami sibuk dengan laporan-laporan dan mulai menyusun Karya Akhir kami. Waktu itu yang aku rasakan mungkin sama seperti yang aku rasakan sekarang. Tetapi waktu itu aku tidak berfikir kalau akhirnya kami ternyata masih sering ngumpul bareng, makan bareng, karaoke'an bareng, trus kondangan bareng, hahahaaa... Intinya saat itu sahabat-sahabatku masih belum mempunyai kewajiban yang mengharuskan mereka tunduk pada peraturan "seseorang"
Tapi sekarang ceritanya lain lagi, dan sepertinya aku bakal benar-benar kehilangan mereka . Satu persatu sahabatku sudah memiliki keluarga kecilnya masing-masing, yang akhirnya membuat mereka tidak sebebas dulu. Nggak habis pikir, orang-orang yang pernah dekat dengan aku satu persatu perlahan-lahan menjauh dari aku, bukan karena inginnya tapi karena keadaan. Tapi begitulah perjalanan hidup, satu pergi dan satu datang.... tidak ada yang abadi.
Siapa yang ngga kenal dengan film Titanic, film paling populer pada tahun 1997an. Jujur aja, aku sudah berkali-kali nonton film ini, tapi tetep dapet feelnya (mellownya sih lebih tepatnya, heheee). Aku pernah buat posting tentang Film Titanic vs Sejarah Titanic Part I dan Part II, dan kali ini aku mau bikin part III (sambungannya).Huuufffhhhtt... harus nunggu sampe bertahun-tahun gini ya mau bikin lanjutannya.
Oke, untuk part III ini kita mulai dari keluarga Laroche, yaitu satu-satunya keluarga berkulit hitam yang menaiki kapal Titanic. Apakah ada penumpang berkulit hitam yang menaiki Titanic ?
Klik [Keluarga Laroche] :
Ya. Joseph Phillippe Lemercier Laroche adalah satu-satunya orang berkulit hitam yang meninggal dalam bencana Titanic. Laroche, ada di sebelah kanan foto keluarganya, menaiki kapal bersama istrinya yang hamil, Juliette dan dua putrinya yang masih muda. Kisah keluarga antar-ras ini tidak diketahui hingga tahun 2000, tiga tahun setelah film dirilis, ketika Chicago Museum of Science & Industry dan Titanic Historical Society menemukan informasi ini sebagai bagian dari pameran Titanic mereka. Joseph Laroche lahir di Haiti tahun 1889 dari sebuah keluarga berpengaruh — pamannya, Dessalines M. Cincinnatus Leconte, adalah presiden Haiti. Ketika ia berusia 15 tahun, Joseph Laroche meninggalkan Haiti untuk mempelajari ilmu teknik di Beauvais, Perancis. Beberapa tahun kemudian, ia bertemu dengan Juliette Lafargue, putri penjual anggur lokal berusia 22 tahun. Keduanya menikah. Meskipun memegang sarjana teknik, warna kulit Joseph tidak memungkinkan dirinya mendapat pekerjaan di Perancis. Keluarga Laroche memutuskan untuk kembali ke Haiti dan memesan reservasi kelas dua di Titanic. Setelah kapal menyerempet gunung es, Joseph memasukkan istri dan anaknya ke sekoci penyelamat dan ia tenggelam bersama kapal tersebut. Jasadnya tak pernah ditemukan. Sebelum Natal tahun 1912, Juliette Laroche melahirkan putranya, Joseph Laroche Jr. Juliette yang tak pernah menikah.
Apakah Bruce Ismay benar-benar menyuruh Kapten Smith untuk mempercepat kapal?
Klick [Bruce Ismay] :
Gunung es yang di tabrak Titanic
Selama penyelidikan Senat AS terhadap bencana ini, Bruce Ismay, Direktur Manajer White Star Line, mengatakan, “Aku paham bahwa dikatakan kapal ini berlayar dengan kecepatan penuh. Kapal ini tak pernah menggunakan kecepatan penuh. Kecepatan penuh kapal ini adalah 78 putaran. Kapal ini mampu mencapai 80. Sejauh yang kuketahui, kapal tak pernah melewati 75 putaran. Tak satupun pembakar tunggalnya menyala.” Ismay mengatakan itulah tujuan mereka untuk mempercepat kapal ini secara penuh hingga 80 putaran pada hari berikutnya (Senin) atau dua hari kemudian (Selasa), tergantung cuaca.
Penumpang selamat mengatakan mereka mendengar Bruce Ismay menyuruh Kapten Edward J. Smith mempercepat kapal, dengan satu penumpang bahwa mengatakan ia melihat Ismay memperlihatkan peringatan gunung es pada makan malam. Tetapi, tak satupun awak kapal yang selamat mendukung tuduhan ini, dan kesaksian korban selamat dari sejumlah penumpang dianggap tak terpercaya dan hanya imajinasi. Bruce Ismay dituduh oleh suratkabar meninggalkan kapal, dan ia segera menjadi target umum untuk disalahkan. Mungkin juga bahwa kesaksian awak kapal yang selamat membebaskan Ismay, yang memberikan wajah baik bagi White Star Line.
Rute Titanic
2 April 1912
06.00-18.00 Belfast (Percobaan Laut Titanic)
08.00 Berangkat dari Belfast ke Southampton (tiba Kamis 4 April 1912, setelah dini hari).
10 April 1912
Berangkat dari Southampton. Tiba di Cherbourg 90 menit kemudian.
08.10 Berangkat dari Cherbourg
11 April 1912
11.30 Tiba di Queenstown (dikenal sebagai Cobh, Cork)
13.40 Berangkat dari Queenstown ke New York City
14 April 1912
23.40 Titanic menabrak gunung es
18 April 1912
21.00 Carpathia tiba di New York bersama korban RMS Titanic
mungkin setelah anda menyaksikan filmnya, muncul pertanyaan seperti benarkah penumpang kelas tiga terkunci di bawah kapal? Atau benarkah klip pada film yang menunjukkan sepasang suami istri yang tetap di tempat tidurnya padahal air sudah masuk ke kamarnya?
apakah band musik titanic terus bermain sementara kapal tenggelam?
Klik [Wallace Hartley] :
wallace hartley (kiri: Palsu, kanan: Asli
ya. Wallace henry hartley (33 tahun), violinis, adalah pemimpin band di titanic. Harley (kiri) memiliki seorang tunangan di boston spa, dekat wetherby di yorkshire, dan ia menghabiskan waktu dengannya sebelum berlayar dengan titanic. Setelah kapal menabrak gunung es, wallace hartley mengumpulkan band-nya yang terdiri dari delapan orang, dan mereka bertemu di boat deck dekat pintu masuk grand staircase. Di sana, mereka memainkan ragtime dan waltz. Lebih mendetail, korban selamat melaporkan mereka memainkan “alexander’s ragtime band” dan “in the shadows”. Tak satupun yang menyebutkan lagu terakhir yang dimainkan band ini ketika kapal tenggelam. Suratkabar melaporkan lagu tersebut adalah “nearer, my god, to thee”, sementara korban selamat lainnya mengatakan “song d’automne”. Seluruh anggota band meninggal dalam peristiwa tenggelamnya titanic. Jasad wallace hartley ditemukan 4 mei 1912 oleh kapal kabel mackay-bennett. 40.000 pelayat berjajar di jalanan selama prosesi pemakamannya di colne, lancashire, baratlaut inggris. Jonathan evans jones, aktor yang memainkan wallace hartley dalam film titanic karya james cameron, adalah seorang violinis profesional.
pemakaman wallace hartley di colne, lancashire.
apakah penumpang kelas tiga benar-benar terkunci di bawah kapal seperti di film titanic?
ya, tapi tidak persis seperti di film tersebut. Sejarah titanic mengatakan bahwa gerbang memang ada dan mengunci penumpang kelas tiga dari penumpang lain. Tetapi, gerbang ini berdiri bukan untuk menghentikan penumpang kelas tiga mengambil kursi kelas satu di sekoci. Malahan, gerbang tersebut berdiri sebagai peraturan mencegah penumpang kelas tiga yang “kurang bersih” agar tidak menularkan penyakit dan infeksi ke penumpang lain. Ini dapat menghemat waktu ketika kapal tiba di new york, karena hanya penumpang kelas tiga yang diharuskan menjalani pemeriksaan kesehatan.
Pada waktu tenggelam, beberapa penjaga mengunci gerbang menunggu perintah, sementara penjaga lainnya membolehkan wanita dan anak-anak naik ke dek atas. Akibat komunikasi buruk dari dek atas, realita situasi tidak pernah ditemukan. Awak kapal gagal mencari penumpang di kabin dan daerah umum, dan fakta bahwa sejumlah penumpang kelas tiga tidak menuturkan bahasa inggris juga menjadi masalah. Akibatnya, banyak penumpang kelas tiga yang tertinggal. Hanya 25 persen dari penumpang kelas tiga yang selamat dari bencana ini.
apakah officer murdoch benar-benar bunuh diri setelah menembak penumpang dan menerima suap?
Klik [William Murdoch] :
william murdoch (kiri: Palsu, kanan: Asli)
setelah dirilisnya film karya james cameron tahun 1997, titanic, relasi officer william murdoch yang selamat, sejarawan lain, dan warga kampung halaman murdoch di dalbeattie, skotlandia, tidak setuju dengan keputusan cameron mengenai penampulan first officer murdoch (kanan). Di film itu, ia mengarahkan senjata ke kepalanya setelah menembak dua penumpang yang berebut sekoci. Berdasarkan kesaksian saksi mata, sejarawan benar bahwa murdoch tidak bunuh diri, tapi tak dapat dikatakan sangat benar bahwa dia first officer murdoch. Juga, tidak ada bukti yang menyebutkan murdoch menerima suap. James cameron sepertinya menambahkan adegan suap dalam film tersebut untuk menunjukkan integritas cal (billy zane) yang jauh dari murdoch. Eksekutif studio terbang ke kampung halaman murdoch, dan mereka menyatakan permintaan maaf dan menyumbang $8.500 ke dana peringatan murdoch.
apakah satu dari cerobong raksasa titanic benar-benar jatuh ke air?
Klik [Cerobong Pertama Titanic] :
cerobong pertama Titanic
ya. Adegan dalam film ini secara akurat menceritakan sejarah titanic. Ketika dek kemudi kapal tenggelam di bawah permukaan, cerobong pertama jatuh ke air, menghantam sejumlah penumpang yang mengapung (dalam film itu, kita dapat melihat cerobong menghantam teman fiksi jack, fabrizio). Gelombang air dari hantaman cerobong membanjiri sekoci a dan b, membawa penumpang ke perairan yang membeku. Dipercayai bahwa jutawan john jacob astor meninggal karena dihantam cerobong yang jatuh. Ketika jasadnya ditemukan, bentuknya sudah hancur dan tertutup jelaga. Pihak berwenang menggunakan inisial “j.j.a.” di kalung baju flanel coklatnya untuk mengidentifikasinya. Ia menaiki kapal tersebut bersama istrinya, madeline (19 tahun), yang selamat dari bencana ini. Ketika bepergian bulan madu, madeline hamil, dan ia ingin pulang untuk melahirkan di amerika serikat. Mereka memesan tiket kelas satu di rms titanic.
apakah sejumlah penumpang memilih untuk menenggelamkan diri bersama kapal?
Klik [Isador & staurs] :
Isador & Staurs
ya. Di ujung film titanic, kita dapat melihat sepasang pasangan tua yang berpelukan di tempat tidur ketika air memasuki kabin. Pasangan ini adalah penumpang kelas satu isador dan ida straus (atas). Isador adalah pemilik pusat perbelanjaan macy’s. Di dunia nyata, isador dan ida ditawarkan tempat di sekoci no. 8, tapi isador memilih untuk tetap di titanic selama mungkin karena banyak wanita yang tetap berada di kapal. Ida menolak meninggalkan suaminya. Saksi mata di dek dan di sekoci no. 8 mendengar ida berkata pada suaminya, “kami telah bersama selama beberapa tahun. Kemanapun kau pergi, aku ikut bersamamu.” pasangan ini terakhir terlihat duduk di sepasang kursi dek (tidak tidur di tempat tidur seperti dalam film). Hanya jasad isador yang ditemukan dan diidentifikasi.